Proteksi - Asurasi Kendaraan Bermotor

Nama Produk

Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia

Definisi

Merupakan polis standar yang dikeluarkan oleh AAUI yang digunakan di Indonesia dan dirancang untuk menutup pertanggungan gabungan yakni:

  • Pertanggungan atas kendaraan bermotor itu sendiri
  • Pertanggungan tanggung jawab hukum (TJH) terhadap pihak ketiga


Manfaat

Manfaat Jenis Pertanggungan adalah

  • Gabungan (Comprehensive)
    Kondisi ini memberikan jaminan kerugian atau kerusakan baik sebagian maupun total loss atas kendaraan bermotor yang diakibatkan oleh resiko-resiko yang disebutkan di dalam polis.
    Resiko-resiko yang dijamin dalam polis:
    • Tabrakan, benturan, terbalik, tergelincir atau terperosok
    • Perbuatan jahat
    • Pencurian termanasuk pencurian yang didahului atau diikuti tindak kekerasan.
    • Kebakaran
    • Sebab-sebab selama penyeberangan dengan ferry
    • Kerusakan roda bila mengakibatkan kerusakan kendaraan akibat kecelakaan
    • Biaya Biaya penjagaan / pengangkutan ke bengkel terdekat
  • Kerugian Total Loss (TLO)
    Memberikan jaminan atas kerugian yang diakibatkan oleh resiko yang disebutkan di dalam polis dimana biaya perbaikannya sama atau lebih besar dari 75% harga kendaraan atau kendaraan hilang dicuri dan tidak diketemukan dalam waktu 60 hari.
  • Perluasan Jaminan
    Dengan tambahan premi jaminan bisa diperluas dengan resiko-resiko sebagai berikut:
    • Tanggung jawab hukum terhadap pihak ke-3
    • Kecelakaan diri terhadap penumpang dan atau pengemudi
    • Kerusuhan, pemogokan, penghalangan bekerja, perbuatan jahat serta penjarahan yang terjadi selama kerusuhan, huru hara, teroris dan sabotase.
    • Bencana Alam seperti banjir, gempa bumi dan lain-lain.


Yang wajib dilaksanakan ketika membeli produk tersebut
  • Mempelajari dengan baik proposal penawaran yang diajukan oleh agen/broker terutama atas resiko yang dijamin dan tidak dijamin, persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi, cara pembayaran premi, kewajiban tertanggung dalam hal terjadi kerugian atau kerusakan.
  • Memastikan kesehatan keuangan dari perusahaan Asuransi yang akan menjamin resiko dan manfaat-manfaat tambahan yang dimiliki oleh perusahaan Asuransi seperti Bengkel, Mobil Derek, Mobil Pengganti dan lainnya.
  • Menanyakan kartu keagenan dari agen yang menawarkan jika melalui agen.
  • Mengisi Surat Permohonan Asuransi dengan data yang sebenar-benarnya secara lengkap dan ditandatangani oleh calon tertanggung sendiri.
    Data yang diminta biasanya terkait dengan:
    • Jenis kendaraan
    • Spesifikasi kendaraan seperti no rangka, no mesin, tahun produksi
    • Penggunaan Kendaraan
    • Perlengkapan tambahan
    • Nilai pertanggungan (harga kendaraan)
    • Periode pertanggungan
    • Loss record /pengalaman klaim
  • Membantu surveyor dari perusahaan Asuransi jika ditunjuk untuk melakukan survey ke objek Asuransi.

Dengan siapa produk tersebut bisa didapatkan

Produk tersebut bisa didapatkan melalui:

  • Agen Asuransi yang bersertifikat.
  • Broker Asuransi terutama untuk resiko yang komplit
  • Langsung menghubungi perusahaan Asuransi yang menjamin resiko tersebut baik melalui call center, internet atau mendatangi langsung.


Apa yang harus diperhatikan dalam membeli produk tersebut
  • Surat penawaran dari perusahaan.
  • Memastikan agen yang bersertifikat.
  • SPPA
  • Memastikan data-data dalam SPPA telah sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
  • Membaca kontrak/polis secara seksama dan menanyakan ke agen/perusahaan jika terdapat keraguan atas kondisi polis.
  • Meminta perubahan (endorsement) jika terdapat kesalahan data dalam polis yang diberikan.
  • Besaran Own Retention / Deductible per kejadian.

Apa yang harus dilakukan ketika tidak sesuai dengan apa yang diperjanjikan

Sesuai kondisi polis dalam PSAKBI yang dapat dilakukan adalah:

  • Meminta klarifikasi ke perusahaan baik melalui agen maupun langsung ke perusahaan untuk proses perdamaian atau musyawarah antara pihak-pihak.
  • Mengadukan ke Badan Mediasi Asuransi Indonesia untuk nilai klaim yang bermasalah hingga Rp. 750.000.000,-
  • Jika masih belum menemukan titik temu dapat memilih penyelesaian sengketa melalui arbitrase atau penyelesaian sengketa melalui pengadilan.


sumber: sikapiuangmu.ojk.go.id Sikapi Uangmu