Studi Kelayakan Investasi

Pengertian investasi secara sederhana adalah menempatkan uang atau dana dengan harapan untuk memperoleh tambahan atau keuntungan atas uang atau dana tersebut. Uang ditempatkan dengan cara dibelikan properti, ditabung atau ditanam ke dalam suatu usaha.

Setiap investasi memiliki karakteristik potensi keuntungan dan risiko yang berbeda-beda. Jika ditanya “Mana investasi yang paling baik?”, maka jawabannya adalah “TERGANTUNG!, seperti apa profil risiko Anda?, berapa lama dan berapa besar dana yang akan digunakan?, berapa besar keuntungan yang Anda inginkan?, dan lain sebagainya”.

Dewasa ini kian banyak varian investasi yang dapat dengan mudah Anda lakukan, mulai dari produk investasi yang Anda kelola sendiri hingga investasi yang hanya mengharuskan Anda membayar premi atau setoran wajib setiap periode tertentu tanpa ikut mengelolanya.

Pada saat Anda memutuskan untuk melakukan investasi dalam suatu usaha, Anda harus benar-benar mengerti bisnis dan perhitungannya. Ketika perhitungan yang Anda lakukan sudah tepat, saat itulah kita memutuskan untuk berinvestasi, namun bilamana Anda salah dalam melakukan prediksi/ proyeksi perhitungan, maka kerugian finansial yang akan Anda dapatkan.

Para Wirausahawan yang Bijak akan Meluangkan Waktunya untuk Melakukan Analisis Kelayakan atas Berbagai Ide Mereka, Apapun Hasil dari Analisis Tersebut.

Mengingat bahwa prediksi/ proyeksi yang akan datang dipenuhi dengan ketidakpastian, maka diperlukan pertimbangan-pertimbangan tertentu dalam memulai suatu bisnis. Dasar dari pertimbangan-pertimbangan ter-sebut dapat diperoleh melalui suatu studi terhadap berbagai aspek dari bisnis yang akan dijalankan untuk memperoleh keputusan apakah investasi pada bisnis tertentu layak dikerjakan atau ditunda atau bahkan dibatalkan.

Pada kesempatan ini akan dipaparkan mengenai aspek pasar & pemasaran dan aspek keuangan. Terdapat berbagai aspek yang perlu diperhatikan dalam melakukan kajian terhadap kelayakan suatu bisnis.

Aspek Pasar dan Pemasaran

Kajian terhadap aspek pasar pada dasarnya dilakukan untuk mengetahui seberapa besar potensi/peluang pasar yang bisa dimanfaatkan guna mendapatkan keuntungan. Dalam aspek ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu pasar dan jenisnya, analisis penawaran dan permintaan serta analisis tren perkembangan permintaan. Kajian atas peluang pasar ini merupakan fondasi bagi perencanaan dan strategi pemasaran bisnis Anda.

Dari mana kita dapat membaca peluang pasar? Di dalam kehidupan kita sehari-hari banyak tercipta peluang pasar yang bisa kita manfaatkan dalam rangka mendapatkan keuntungan. Contoh sederhana dari peluang pasar :

  1. Peluang pasar dari gaya hidup masyarakat. Sebagaimana kita ketahui bersama, teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat Indonesia. Mau mengucapkan selamat hari raya tinggal SMS, mau pesan barang bisa on line melalui internet, ditambah lagi dengan karakter masyarakat Indonesia yang gemar bergaya, maka tak heran apabila handphone/smartphone, laptop keluaran terbaru laris manis dipasaran. Meskipun harganya terbilang cukup mahal, namun tidak menghalangi minat masyarakat untuk memilikinya. Perilaku demikian juga berlaku untuk barang elektronik dan otomotif. Peluang ini dapat Anda gunakan untuk membuka usaha yang berhubungan dengan barang berteknologi, barang elektronik maupun otomotif.
  2. Peluang pasar dari kebutuhan primer. Makanan merupakan salah satu kebutuhan primer manusia. Setiap hari manusia harus makan, oleh karena itu bisnis dibidang makanan/kuliner paling banyak dikembangkan. Jika Anda ingin memiliki usaha yang dibutuhkan oleh banyak orang, maka kembangkanlah usaha dibidang makanan.
  3. Peluang pasar dari lingkungan
    1. Lingkungan Rumah. Setiap keluarga pasti memiliki berbagai kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi. Sebuah warung maupun supermarket dapat memenuhi kebutuhan tersebut.
    2. Lingkungan Perkantoran. Di lingkungan ini begitu banyak peluang yang dapat dimanfaatkan. Bisa kita lihat banyak warung makanan yang menjamur disekitar perkantoran. Ada pula tempat-tempat yang dapat menghilangkan kejenuhan para pekerja kantor seperti salon, tempat refleksi dan tempat olah raga.
    3. Lingkungan Kuliah atau Sekolah. Di lingkungan ini peluang pasar dapat kita peroleh dari pemenuhan kebutuhan para siswa maupun mahasiswa dalam menunjang pembelajaran mereka seperti toko alat tulis, tempat fotokopi, warnet maupun warung-warung makanan.

Aspek Keuangan

Aspek terpenting dalam studi kelayakan bisnis sederhana adalah hitung-hitungan keuangan. Berbagai hal yang menyangkut keuangan perlu dibahas mulai dari awal perencanaan, periode persiapan, pelaksanaan pembangunan proyek dan periode operasi ketika usaha berjalan. Kita bedakan periode tersebut menjadi dua yaitu Periode Persiapan dan Periode Operasi. Implikasi keuangan periode persiapan akan tercermin dalam kebutuhan dana investasi, sedangkan dalam masa operasi tercermin pada proyeksi rugi-laba, proyeksi neraca, proyeksi arus kas dan proyeksi kemampuan melunasi pinjaman serta tingkat pengembalian.

Berbagai elemen utama yang harus dimasukkan dalam analisis kelayakan keuangan meliputi:

  1. Kebutuhan Modal. Beberapa usaha membutuhkan modal besar, tetapi usaha lainnya tidak. Biasanya modal untuk bisnis jasa lebih kecil daripada modal untuk mendirikan bisnis manufaktur atau ritel. Perusahaan yang baru berdiri seringkali membutuhkan modal untuk membeli berbagai perlengkapan, gedung, teknologi, dan berbagai aktiva berwujud lainnya serta harus mempekerjakan dan melatih para karyawan. Kebutuhan modal dapat diperoleh dari dua sumber yaitu sumber eksternal (pinjaman/hutang) dan sumber dari internal (modal sendiri/internal perusahaan).
  2. Perkiraan Pendapatan. Makanan merupakan salah satu kebutuhan primer manusia. Setiap hari manusia harus makan, oleh karena itu bisnis dibidang makanan/kuliner paling banyak dikembangkan. Jika Anda ingin memiliki usaha yang dibutuhkan oleh banyak orang, maka kembangkanlah usaha dibidang makanan.
  3. Pengembalian atas Investasi. Aspek terakhir dari analisis keuangan adalah menggabungkan perkiraan pendapatan dan kebutuhan modal untuk menentukan tingkat pengembalian yang akan dihasilkan usaha tersebut. Salah satu ukurannya adalah tingkat pengembalian atas modal yang diinvestasikan, yang dihitung dengan membagi perkiraan pendapatan yang dihasilkan usaha tersebut dengan jumlah modal yang diinvestasikan dalam usaha tersebut.

Kualitas yang Harus Dimiliki Seseorang untuk Berhasil Adalah: Kepastian Tujuan, Mengetahui dengan Pasti Apa yang Diinginkan, dan Keinginan Besar untuk Memilikinya. Napoleon Hill 1883-1970

##oleh SBI dari berbagai sumber##